Dua puluh kartu A6 dua sisi, untuk dilaminasi dan dibawa saat mengajar. Sepuluh halaman A4, masing-masing berisi empat kartu.
Bagian A dan B — Sequence
01
Generator
02
Manifesting Generator
03
Projector
04
Manifestor
05
Reflector
06
Emotional authority — Wave Hold
07
Splenic dan Sacral authority — First Signal
08
Ego authority — Declared Hold
09
Self-Projected dan Mental — Spoken Practice
Bagian C — Protokol dan indeks
10
Indeks cue tujuh authority
11
Protokol ruang dan pemulihan guru
12
Hierarki keamanan dan batas klaim
Bagian D — Sisipan center terbuka
13
Sacral terbuka — Tiga Kondisi
14
Solar plexus terbuka — Cuaca Ruangan
15
Root terbuka — Tempo Bukan Milikku
16
Spleen terbuka — Waspada Tanpa Sebab
17
Head dan Ajna terbuka — Pertanyaan Siapa
Bagian E — Sentuhan pendukung
18
Prinsip dan protokol consent
19
Lima posisi dan versi mandiri
20
Larangan mutlak
Cara mencetak
Cetak bolak-balik (duplex), balik pada sisi panjang. Urutan kartu di halaman belakang sudah dicerminkan agar sisi depan dan belakang bertemu dengan benar.
Kertas minimal 250 gsm. Latar gelap butuh cetak profesional, bukan printer rumah.
Potong mengikuti garis putus-putus, lalu laminasi doff supaya tidak memantulkan lampu studio.
Kartu Bagian E (18–20) berlatar berbeda. Fasilitator yang belum lulus kriteria sentuhan tidak boleh memegang ketiga kartu itu.
Semua angka pada kartu adalah titik awal, bukan aturan. Kartu 12 berlaku di atas seluruh isi kartu lain.
Type
Generator
Sacral terdefinisi. Energi berkelanjutan, tapi merespons — tidak menginisiasi.
Durasi 45–75 menit
Kurva simetris, puncak menit 40
Intensitas sedang sampai tinggi
0–8
Balasana, Cat-Cow, napas sacral
8–18
Surya A ×3, B ×3
18
Titik Respons 1 — diam 10 detik
19–40
Standing, 2 putaran per sisi
40
Titik Respons 2 — tiga pilihan peak
41–52
Bakasana / Sirsasana prep / Vira III
52–56
Pigeon, Paschimottanasana
56–60
Savasana
01
Sub-type Generator
Manifesting Generator
Sacral terdefinisi dengan jalur ke throat. Bergerak dengan lompatan.
Durasi 30–60 menit, boleh terputus
Kurva bercabang
Intensitas tinggi, dengan lompatan
0–5
Arrival singkat, sengaja pendek
5–17
Surya A ×2, B ×4, tempo cepat
17
Titik Cabang — Blok B boleh dilewati
18–33
Standing series (opsional)
33–40
Lantai: Setu Bandha, twist, hip
40–45
Savasana
Yang melompat masuk Blok C langsung, dan lebih lama di dalamnya. Bukan menunggu diam.
02
Type
Projector
Sacral terbuka. Menyerap dan menguatkan energi orang lain di ruangan.
Durasi 20–45 menit
Kurva asimetris, puncak menit 12
Intensitas rendah sampai sedang
0–5
Supta Baddha Konasana, napas 3 bagian
5–12
Vira I, Trikonasana dengan blok
12–15
Peak — satu pose saja, di dinding
15–27
Turun panjang: Prasarita, Malasana, Janu Sirsasana, twist, Balasana
27–30
Savasana dengan bolster
Turunnya 12 menit — hampir setengah kelas. Asimetri itu desainnya, bukan kekurangan.
03
Type
Manifestor
Aura tertutup, berinisiatif. Ini kerangka, bukan urutan pose.
Durasi 40–60 menit, tidak ditetapkan
Format mandiri dengan tiga jangkar
Kelompok maksimal 6 orang
Jangkar 1
Napas duduk 5 menit — dipimpin guru
Jangkar 2
Pemberitahuan — satu kalimat ke guru
30–50 mnt
Ruang bebas. Guru hadir, tidak memimpin
Jangkar 3
Savasana 5 menit, dimulai oleh murid
Prasyarat: minimal 1 tahun pengalaman berpraktik mandiri dengan aman.
04
Manifesting Generator
Katakan
Menit 17, bukan menit 0Blok berikutnya boleh dilewati. Kalau kamu lewat, langsung ke matras.
Jangan
Mengumumkan Titik Cabang di awal kelas
Menyebut Blok B sebagai "yang lebih lengkap"
Menyuruh yang melompat menunggu diam
Memakai format ini di kelas campuran tanpa penjelasan
Sinyal berhenti: frustrasi dan marah bersamaan
02
Generator
Katakan
Titik ResponsJalur pertama, dua putaran, tahan lima napas. Jalur kedua, satu putaran, tahan delapan napas.
Lalu diam 10 detik penuhAngkat tangan untuk jalur pertama.
Cueing umumAda dorongan untuk masuk lebih dalam? Kalau tidak ada, tetap di sini.
Jangan
Melabeli satu jalur lebih maju dari yang lain
Mempersingkat jeda 10 detik — jeda itu intervensinya
Menambah titik respons ketiga
Menghentikan murid yang masih ingin lanjut setelah kelas
Sinyal berhenti: frustrasi, bukan lelah
01
Manifestor
Katakan
Jangkar 2Sampaikan satu kalimat: apa yang kamu kerjakan hari ini.
Saat berkelilingSaya di sini kalau dibutuhkan.
Jangan
Mengoreksi alignment yang tidak berbahaya
Menetapkan jam berakhir yang kaku
Menawarkan bantuan yang tidak diminta
Menjalankan sebagai kelas grup besar
Sinyal berhenti: marah
04
Projector
Katakan
Setelah peakPuncaknya sudah lewat di menit dua belas. Sisanya kita turun.
Saat murid ingin menambahBerhenti lebih awal di sini bukan berhenti setengah jalan.
Jangan
Memperpanjang peak lewat 3 menit
Memindahkan puncak ke tengah "supaya seimbang"
Menempatkan di tengah kerumunan Generator
Berkata "kamu tidak boleh ikut vinyasa" — itu determinisme
Sinyal berhenti: pahit, merasa tidak dihargai
03
Type
Reflector
Tidak ada center terdefinisi. Pengalaman berubah menurut lingkungan dan siklus bulan.
Durasi 35 menit, empat varian
Kerangka Arrival 6 · Body 22 · Close 7
Bulan baru
Seluruhnya lantai. Yin, 3–5 menit per pose
Sabit naik
Hatha lambat, ditahan 6 napas
Purnama
Vinyasa lembut, tapi sendirian atau kelompok sangat kecil
Susut
10 menit gerak, 12 menit restoratif, nidra pendek
Kelas purnama besar-besaran adalah kondisi paling melelahkan untuk Reflector.
05
Authority
Emotional
Solar plexus terdefinisi. Sekitar separuh populasi, lintas semua type.
Sequence Wave Hold, 50 menit
Prinsip kejernihan datang seiring waktu
0–16
Arrival dan Surya A ×3, tempo lambat
16–22
Wave Hold 1 — Parsvakonasana, 2 mnt/sisi
22–26
Transisi, reset
26–32
Wave Hold 2 — Pigeon, 3 mnt/sisi
32–36
Balasana, twist duduk
36–44
Wave Hold 3 — Setu Bandha blok, 4 mnt
44–50
Savasana
Guru tidak bicara sama sekali selama Wave Hold berlangsung.
06
Authority
Splenic dan Sacral
Dua authority yang bekerja di saat ini, sekali, tanpa menunggu.
Splenic sinyal pertama, tidak diulang
Sacral respons tubuh, bukan pertimbangan
Sequence First Signal, 40 menit
0–5
Duduk, napas alami tanpa teknik
5–35
18 pose berbeda, 3–5 napas, tidak ada yang diulang
35–40
Savasana
Kanan dan kiri sengaja diberi pose berbeda. Maksimal 1× per minggu untuk murid yang sama.
07
Authority
Ego
Heart ke throat, tanpa solar plexus dan sacral. Sekitar 1 persen populasi. Hampir selalu sesi privat.
Sequence Declared Hold, 35 menit
Yang dilatih ketepatan menaksir kapasitas
0–6
Tiga pertanyaan kapasitas
6–12
Warm, tanpa deklarasi apapun
12–14
Deklarasi 1 — maksimal 8 napas
14–18
Utkatasana, murid menghitung sendiri
18–20
Perhitungan 1 — di Balasana
20–22
Deklarasi 2 — maksimal 8 napas
22–26
Virabhadrasana II kanan dan kiri
26–28
Perhitungan 2 — bandingkan keduanya
28–35
Turun dan Savasana
08
Emotional Authority
Katakan sekali, di awal setiap Wave Hold
Kamu akan berada di sini dua menit. Akan ada momen di mana kamu sangat ingin keluar, dan momen di mana kamu ingin masuk lebih dalam. Jangan ambil keputusan di kedua momen itu. Tunggu sampai dorongannya lewat. Kalau setelah itu kamu masih ingin keluar, keluar.
Jangan
Bicara selama Wave Hold — keheningan adalah intervensinya
Memakai backbend dalam, Chaturanga, atau beban di lutut
Menahan lebih dari 4 menit tanpa penopang
Menyamakan ini dengan latihan ketahanan mental
Di bawah 90 detik, gelombangnya belum sempat reda.
06
Reflector
Katakan
Pembukaan setiap kelasHari ini bagaimana? Boleh berbeda dari kemarin.
Saat murid merasa gagal konsistenPraktik yang berubah-ubah bukan tanda kamu belum stabil.
Jangan
Menjual program 30 hari konsistensi
Menganggap variasi sebagai praktik yang belum matang
Memberi tempat duduk tetap
Memakai fase bulan sebagai ramalan — ini penjadwalan
Sinyal berhenti: kecewa
05
Ego Authority
Katakan
Sebelum Deklarasi 1Sebutkan berapa napas yang akan kamu tahan. Maksimal delapan. Sebutkan angka di bawah yang kamu kira sanggup — bukan di atas, bukan pas.
Perhitungan, lalu diamBerapa yang kamu sebut, dan berapa yang kamu lakukan?
Jangan
Memuji yang mencapai angkanya
Menghibur yang berhenti lebih awal
Menghitungkan napas untuk murid
Menaikkan batas 8 napas, berapapun permintaannya
Kontraindikasi
Hipertensi, penyakit jantung, glaukoma, kehamilan, masalah lutut. Penahanan isometrik menaikkan tekanan darah. Maksimal 1× per minggu.
08
Splenic dan Sacral
Katakan
SplenicSinyal pertama tadi. Itu jawabannya.
SacralAda dorongan? Kalau tidak ada, tetap di sini.
Jangan
"Cek sekali lagi" — menghapus sinyal pertama
Mengulang pose demi simetri kanan-kiri
Menjalankan First Signal untuk murid dengan cedera aktif
Menjalankan lebih dari 1× seminggu — asimetri berulang
Perpindahan cepat menuntut proprioception yang baik. Bukan untuk pemula total.
07
Authority
Self-Projected dan Mental
Kejernihan datang lewat suara sendiri, atau lewat membicarakannya dengan orang lain.
Sequence Spoken Practice, 45 menit
Format berpasangan, bergantian
0–5
Duduk berpasangan. Masing-masing satu kalimat tentang kondisi hari ini
5–20
A berpraktik sambil bicara keras. B duduk dan mendengar
20–22
Tukar peran, reset
22–37
B berpraktik. A mendengar
37–45
Savasana bersama, lalu satu kalimat penutup
Pose bebas dari repertoar dasar. Yang penting struktur berbicaranya, bukan urutannya.
09
Indeks
Cue per Authority
EmotionalTunggu satu gelombang penuh lewat. Baru putuskan.
SacralAda dorongan untuk masuk lebih dalam? Kalau tidak ada, tetap di sini.
SplenicSinyal pertama tadi. Itu jawabannya.
EgoAda tenaganya atau tidak? Jujur saja.
Self-ProjectedUcapkan keras apa yang kamu rasakan.
MentalPerhatikan ruangan ini. Bagaimana rasanya berada di sini.
LunarHari ini bagaimana? Boleh berbeda dari kemarin.
10
Protokol
Ruang
Penempatan murid berdasarkan center terbuka. Siapkan denah sebelum kelas.
Sacral terbuka
Tepi ruangan atau dekat pintu
Solar plexus terbuka
Jauh dari murid yang sedang emosional intens
Root terbuka
Dekat guru. Jangan di baris belakang
Spleen terbuka
Ruang lega di sekelilingnya
Reflector
Bebas memilih posisi setiap kelas
Pemulihan guru, setelah mengajar
5 menit
Sendirian, tanpa bicara
Air dingin
Cuci tangan dan wajah
Cek
Ini milikku, atau baru saya serap?
Arahkan secara netral: "Silakan ambil tempat di sini." Jangan mengumumkan alasannya di kelas umum.
11
Berlaku di atas semua kartu
Hierarki Keamanan
Saat dua hal berbenturan, yang di atas menang.
Kondisi medis dan cedera
Anatomi dan biomekanika
Yang dirasakan murid saat itu
Chart
Chart hanya berlaku bila tiga tingkat di atasnya tidak berkonflik. Riwayat cedera ditanyakan sebelum chart dibuka.
12
Indeks Cue
Tiga aturan yang berlaku umum
1
Jangan menuntut keputusan cepat pada murid emotional authority
2
Tidak ada cue motivasional. "Ayo, sedikit lagi" mengambil alih authority murid
3
Cue keamanan selalu perintah, bukan tawaran
Contoh aturan 3
Turunkan lutut.
Bukan: kalau mau, turunkan lutut.
Untuk kelas campuran, cueing emotional authority adalah lapisan paling aman. Mencakup separuh ruangan.
10
Self-Projected dan Mental
Katakan
Ke yang berpraktikUcapkan keras apa yang kamu rasakan. Bukan cerita, hanya sensasi saat ini.
Ke pendengarKamu tidak menjawab, tidak mengoreksi, tidak menyemangati. Hanya hadir.
Jangan
Membiarkan pendengar memberi masukan atau afirmasi
Membiarkan ini berubah jadi sesi curhat
Memasangkan murid yang baru saling kenal
Hentikan dan rujuk
Kalau ada yang menyampaikan hal berat secara emosional, hentikan format dan rujuk ke tenaga profesional. Ini bukan terapi.
09
Batas Klaim
Dilarang diucapkan
"Kamu tidak bisa melakukan praktik itu."
"Ini akan menyembuhkan atau memperbaiki kondisimu."
"Chartmu menunjukkan masalah di organ ini."
"Ini sudah terbukti secara ilmiah."
"Sentuhan ini melepaskan trauma yang tersimpan."
Pakai ini sebagai gantinya
Desainmu menyarankan untuk mulai dari sini. Ini hipotesis awal — kita uji empat minggu, lalu evaluasi.
Human Design belum punya validasi ilmiah dan bukan alat diagnosis. Sampaikan ini di sesi pembuka.
12
Protokol Ruang
Kenapa ini bekerja
Center terbuka menerima dan menguatkan energi dari orang di sekitarnya. Penempatan mengurangi paparan, bukan menghilangkannya.
Jangan
Mengumumkan alasan penempatan di kelas umum
Memberi tempat tetap kepada Reflector
Memakai penempatan sebagai alasan menolak murid
Melewatkan protokol pemulihan setelah kelas berat
Untuk kelas privat atau kelompok yang sudah paham HD, boleh dijelaskan terbuka.
11
Sisipan · Sacral terbuka
Tiga Kondisi
Melatih pembedaan, bukan memperbaiki. Untuk Projector, Manifestor, Reflector.
Durasi 10 menit
Penempatan segmen berdiri sendiri, bukan sisipan tengah kelas
Syarat minimal 8 orang di ruangan
0–3
Di tepi atau di luar, sendirian. Cat-Cow atau setengah Surya. Catat energi 1–5
3–6
Di tengah ruangan, gerakan sama. Catat
6–9
Kembali ke tepi, gerakan sama. Catat
9–10
Tulis tiga angka. Tidak dibacakan
Sentuhan pendukung pasangan: E3 sakrum, setelah pencatatan selesai.
13
Sisipan · Solar plexus terbuka
Cuaca Ruangan
Membedakan nada perasaan sendiri dari nada ruangan.
Durasi 10 menit
Penempatan setelah segmen bermuatan emosi
0–2
Duduk. Namai nada perasaan sendiri dalam satu kata. Tulis
2–6
Mata tertutup. Adakah satu nada dominan di ruangan hari ini? Namai
6–9
Kembali ke tubuh sendiri. Kata pertama masih ada, atau sudah tertutup?
9–10
Tutup. Tidak dibacakan
Sentuhan pendukung pasangan: E1 bahu.
14
Sisipan · Root terbuka
Tempo Bukan Milikku
Memisahkan dorongan buru-buru yang diserap dari yang memang milik sendiri.
Durasi 8 menit
Penempatan tepat setelah segmen cepat
0–2
Gerakan cepat, dipimpin guru dengan hitungan tegas
2–2,5
Berhenti total. Berdiri diam. Guru tidak bicara
2,5–5,5
Gerakan sama, setengah tempo, tanpa hitungan guru sama sekali
5,5–8
Duduk. Dorongan cepat tadi hilang saat hitungan berhenti, atau tetap ada?
Sentuhan pendukung pasangan: E2 telapak kaki.
15
Sisipan · Spleen terbuka
Waspada Tanpa Sebab
Memisahkan kewaspadaan yang diserap dari sinyal keamanan yang nyata.
Durasi 10 menit
Penempatan awal kelas, atau sebelum pose yang membuat gugup
0–2
Matras rapat. Pose berdiri. Catat kewaspadaan 1–5
2–5
Semua memindahkan matras berjauhan. Pose sama. Catat
5–8
Kembali ke jarak rapat. Pose sama. Catat
8–10
Perhatikan selisihnya. Tutup
Sentuhan pendukung pasangan: E4 punggung atas.
16
Cuaca Ruangan
Kalimat penutup
Perasaan yang paling kuat di ruangan ini belum tentu perasaanmu. Kamu tidak perlu tahu itu milik siapa. Cukup tahu bahwa itu bukan otomatis milikmu.
Jangan
Menjalankan bila ada murid yang jelas sedang berat secara emosional
Membiarkan catatan dibacakan
Memberi tahu nada mana yang "benar"
Aturan yang paling sering dilanggar
Namai nada, jangan pernah namai orangnya. Begitu ruangan mulai saling menebak sumbernya, ini berubah jadi proyeksi dan gosip.
14
Tiga Kondisi
Kalimat penutup
Angka yang muncul saat kamu sendirian adalah dasarmu. Angka yang muncul di tengah ruangan sebagian bukan milikmu. Itu saja informasinya. Tidak ada yang perlu diperbaiki.
Jangan
Menjalankan di kelas publik besar tanpa penjelasan sebelumnya
Memberi tahu angka mana yang "benar"
Menyimpulkan bahwa murid tidak boleh berlatih di kelas grup
Center terbuka bukan kekurangan. Tidak ada yang dibuka, diseimbangkan, atau diperbaiki di sisipan manapun.
13
Waspada Tanpa Sebab
Kalimat penutup
Kewaspadaan yang naik saat matras berdekatan bukan tubuhmu yang bicara. Tapi ada satu pengecualian.
Pengecualian wajib — ucapkan lengkap, setiap kali
Splenic adalah sistem kewaspadaan tubuh yang nyata. Kalau tubuh memberi sinyal berhenti pada suatu pose, itu bukan kondisioning, dan sinyal itu menang di atas seluruh isi sisipan ini.
Sisipan ini melatih pembedaan, bukan mengabaikan rasa takut.
Jangan
Memakai hasilnya untuk mendorong murid masuk ke pose yang mereka tolak
Menjalankan sebelum inversi untuk murid yang belum pernah melakukannya
16
Tempo Bukan Milikku
Kalimat penutup
Kalau dorongan untuk buru-buru hilang begitu hitungan berhenti, tekanan itu datang dari ruangan. Kalau tetap ada, itu memang milikmu. Dua-duanya jawaban yang sah.
Jangan
Tetap menghitung di blok 2,5–5,5 — ini pelanggaran utamanya
Mengisi jeda 30 detik dengan penjelasan
Menyimpulkan kelas cepat tidak cocok untuk murid tersebut
Keheningan guru selama tiga menit adalah keseluruhan intervensinya.
15
Sisipan · Head dan Ajna terbuka
Pertanyaan Siapa
Head: pertanyaan orang lain terasa seperti milik sendiri. Ajna: tekanan untuk terlihat pasti.
Durasi 12 menit
Penempatan awal kelas, sebagai pembersihan
0–2
Tulis hal yang menekan pikiran. Maksimal 5 baris
2–5
Tandai sumbernya: M diri sendiri · P percakapan · L media
5–9
Kertas ditelungkupkan. Praktik fisik sederhana tanpa instruksi
9–11
Baca ulang. Tandai yang masih terasa mendesak
11–12
Tutup. Kertas boleh langsung dibuang
Sentuhan pendukung pasangan: E5 belakang kepala. Padanan klasiknya: vritti nirodha.
17
Sentuhan Pendukung
Prinsip dan Consent
Dibangun dari restorative yoga dan trauma-informed yoga. Tidak memakai protokol berlisensi dari sistem manapun.
Tangan tidak melakukan apa-apa. Ditempatkan, lalu diam
Penerima memegang kendali penuh, boleh berhenti tanpa alasan
Durasi tetap, 60–90 detik, diumumkan sebelum menyentuh
Fasilitator tidak bicara selama dan sesudah sentuhan
Masuk dan keluar lambat, dari arah yang terlihat
Tiga lapis consent
Tertulis
Sekali, sebelum sesi. Bagian tubuh yang dikecualikan
Kartu
Dua sisi di ujung matras. Dibalik kapan saja
Verbal
Setiap kali, sebelum tangan menyentuh
18
Sentuhan Pendukung
Lima Posisi
E1 Bahu
Duduk. Telapak di atas trapezius, tidak menyentuh leher. 90 dtk · pasangan D2
Balasana. Satu telapak di segitiga sakrum, tidak lebih rendah. 60 dtk · pasangan D1
E4 Punggung atas
Duduk atau Balasana. Satu telapak antara tulang belikat. 60 dtk · pasangan D4
E5 Belakang kepala
Terlentang. Menangkup oksiput, izin diminta dua kali. 90 dtk · pasangan D5
Tekanan selalu berat tangan saja. Tidak menekan, memijat, menarik, atau menggerakkan.
19
Sentuhan Pendukung
Larangan Mutlak
Tidak pernah disentuh
Dada, perut, paha bagian dalam, bokong, leher bagian depan, wajah, rambut.
Jangan menyentuh sama sekali bila
Consent tertulis belum diisi, atau kartu menunjukkan tidak
Murid di bawah 18 tahun tanpa wali di ruangan
Murid menangis atau jelas berat secara emosional
Fasilitator sendiri sedang tidak stabil
Ada cedera, luka, atau operasi baru di area itu
Kehamilan, khusus untuk E3 sakrum
20
Prinsip dan Consent
Izin verbal, sebelum setiap sentuhan
Saya akan menempatkan tangan di bahu selama satu menit. Boleh?
Jawaban apapun selain "ya" diperlakukan sebagai tidak. Diam bukan persetujuan.
Menghentikan di tengah
Penerima cukup mengangkat satu tangan. Fasilitator melepaskan dalam tiga detik dan menjauh tanpa bertanya apapun.
Konteks Indonesia
Sentuhan lintas gender tidak dapat diterima oleh sebagian besar murid. Utamakan fasilitator dengan gender yang sama, atau tawarkan versi mandiri.
Jangan pernah menanyakan alasan penolakan, dan jangan menyebutnya hambatan, blokade, atau resistensi.
18
Pertanyaan Siapa
Kalimat penutup — dua bagian, jangan dipotong
Bagian headYang bertanda P dan L bukan pertanyaanmu untuk dijawab hari ini. Kamu boleh menaruhnya kembali.
Bagian ajnaDan untuk yang tersisa: kamu tidak harus punya jawaban pasti hari ini. Tekanan untuk terlihat yakin juga bisa datang dari luar.
Jangan
Membiarkan daftar melebihi 5 baris
Mengubah ini jadi sesi pemecahan masalah
Membacakan daftar, milik sendiri maupun orang lain
Menjalankan untuk murid yang sedang dalam tekanan berat
Bagian ajna adalah tekanan yang paling jarang dikenali orang. Jangan dilewat.
17
Larangan Mutlak
E5 — dilarang mutlak
Menarik leher, memutar kepala, menekan titik di tengkorak, atau gerakan apapun menyerupai manipulasi servikal. Itu wilayah tenaga medis dan berisiko cedera serius.
Kesalahan yang paling sering
Menambah tekanan saat terasa "ada sesuatu"
Berkomentar atau menafsirkan setelahnya
Memperpanjang durasi karena murid terlihat menikmati
Menyentuh tanpa mengumumkan karena murid sudah biasa
Kalau muncul respons kuat: lepaskan, beri ruang, jangan bertanya apapun, rujuk setelah kelas.
20
Lima Posisi
Versi mandiri — pilihan setara, bukan cadangan
D1 Sacral
Satu telapak di perut bawah, satu di dada. Duduk
D2 Solar plexus
Kedua telapak menyilang, memeluk bahu sendiri
D3 Root
Baddha Konasana, telapak tangan pada telapak kaki sendiri
D4 Spleen
Satu telapak di tulang dada, satu di rusuk kiri
D5 Head/Ajna
Kedua telapak menutupi mata dan dahi, siku di lutut
Aturannya sama persis: tangan diam, durasi diumumkan, tanpa evaluasi.